aku hanya tidak suka berada di keramaian
membuatku risih..
terutama di pusat perbelanjaan di negeri ini
semua yang terlihat adalah orang-orang palsu
mengapa bar harus selalu terhiasi musik yang kata orang bilang itu musik “jedag-jedug”?
apa aku harus membuat cafe, bar, atau semacamnya sendiri dan menikmatinya sendiri?
aku menikmati kesendirian, kesendirian bukan berarti kesepian
ingin juga rasanya punya teman perempuan, tapi dengan gaya kehidupan perempuan-perempuan indonesia sekarang rasanya lebih baik sendiri dan menunggu Tuhan yang memberikan isyarat.